Senin, 26 April 2010

Hhhhhhh..!!! Susahnya Sekolah… (*Don’t Give Up!!!)

Selama bertahun-tahun mengenyam bangku SEKOLAH, tak pernah sekalipun saya merasa mengeluh. Sesulit apapun pelajaran FISIKA dan sepanjang apapun RUMUS turunan MATEMATIKA, semuanya saya kerjakan dengan suka cita. Serumit apapun perhitungan MEKANIKA REKAYASA dan sederet PEMODELAN transportasi yang memerlukan kesabaran, semuanya saya selesaikan TANPA pernah ada kata MENYERAH!!

Tapi PERTAMA kalinya dalam catatan perjalanan studi saya, ternyata saya HARUS merasakan kata “GIVE-up!!” dalam diri saya. Sebuah KATA yang seumur hidup saya TIDAK PERNAH terlontar dari bibir saya apalagi terbersit dalam pikiran saya. Namun akhirnya SEMPAT juga hinggap dalam diri saya selama saya belajar di negeri sakura.

Jujur saya mengakui bahwa SULIT dan PERLU PERJUANGAN yang begitu besar untuk dapat menemukan ORIGINALITAS dalam riset kita yang merupakan salah satu SYARAT MUTLAK dalam disertasi kita untuk mendapatkan gelar PhD.

Memang benar bahwa KUNCI PERTAMA adalah READING. Di awal pertama kali kita masuk, secara mandiri kita memang HARUS melakukan reading. Terutama beberapa jurnal yang berkaitan dengan topik riset kita. Bukan hanya sekedar MEMBACA, tetapi juga memahami dan menelitinya satu persatu khususnya dalam hal metode dan analisis. Menggaris bawahi setiap hal-hal yang dirasa PENTING dan memberikan WARNA yang berbeda sekedar memudahkan kita untuk mengingatnya. Sepertinya semuanya bisa terlewati dengan baik.

Kedua, pengambilan MATA KULIAH yang sesuai dengan bidang kita dan tak jarang tidak sesuai dengan bidang kita tetapi HARUS tetap kita ambil karena suatu KEHARUSAN. Dan sepertinya semuanya bisa terlewati dengan SEMPURNA!! Kenapa saya berani mengatakan SEMPURNA, karena hasil yang tercapai-pun memang benar-benar SEMPURNA = A.

Ketiga, SEMINAR mingguan yang harus saya lewati. Selalu membuat stress ringan dan yang pasti pada akhirnya membuat saya tidak nafsu makan. Yup!! itu yang selalu saya rasakan tiap kali menjelang SEMINAR. Meskipun saya merasa sudah mempersiapkan segala sesuatunya sesuai dengan kapasitas saya, tetapi entah kenapa rasa nervous, tidak nafsu makan, sedikit pening kepala selalu hinggap di diri saya. Mungkin sedikit menggelikan, tapi jujur ternyata bukan cuma saya yang mengalami hal itu, tetapi beberapa mahasiswa S3 juga mengalami hal yang sama. Dan 1 hal yang sering membuat saya terbebani adalah sosok pembimbing saya (Profesor). Saya tidak akan pernah memaafkan diri saya sendiri jika sampai saya melihat wajah professor saya KECEWA dengan hasil pekerjaan saya. Sungguh, saya tidak pernah bisa memaafkan diri saya jika itu terjadi. Mungkin saya terlalu PERASA, tetapi bagi saya itu yang HARUS saya jaga. Sedapat mungkin mengerjakan yang TERBAIK dan membuat beliau TIDAK KECEWA.

Keempat, PUBLISH PAPER ke jurnal internasional minimal 2 paper. Sepertinya SANGAT SUKAR sekali apalagi ini berkaitan dengan ORIGINALITAS. Hal inilah yang SEMPAT membuat saya “give-up” dan sempat jatuh sakit beberapa hari. Karena jujur saja, pada saat saya merasa “give-up“, saya menjadi tidak nafsu makan sama sekali, berusaha terus mencari penyelesaian riset saya TANPA asupan makanan yang memadai ke tubuh saya. Membuat akhirnya saya jatuh terkapar dan pada akhirnya MENANGIS sekedar meluapkan kejengkelan pada diri sendiri. Sampai pada akhirnya, bisa kembali BANGKIT dengan mengingat kepada Yang Maha Kuasa, bersembahyang dan bersujud sangat lama, memohon kemudahan dalam berpikir kepada-Nya dan akhirnya menumbuhkan SEMANGAT yang MEMBARA untuk bangkit dan kembali menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan riset yang sempat tertunda.

Keenam, peranan seorang pembimbing (professor) SANGAT MENENTUKAN dalam studi. Karena seorang pembimbing yang kibisi/killer (*bahasa para mahasiswa) bisa jadi akan menjadi PENGHALANG kelancaran studi sang mahasiswa. Beruntunglah saya mempunyai seorang pembimbing yang sangat baik hati, pengertian dan super duper sabar terhadap saya. Selalu memberikan semangat dan arahan apapun yang berkenaan dengan riset saya. Meskipun tak jarang saya membuat beliau KECEWA, tetapi beliau berusaha menampilkan wajah tidak kecewa di hadapan saya karena beliau paham karakter saya yang TIDAK BISA melihat orang KECEWA.

Ketujuh, DOA merupakan hal terpenting bagi setiap orang. Bukan hanya bagi para mahasiswa yang sedang berusaha menyelesaikan studinya tetapi juga bagi para pekerja dan orang-orang biasa. Terutama DOA dari orang tua dan keluarga tercinta, karena dengan DOA tulus mereka InsyaAllah akan membuat perjalanan studi kita menjadi lancar. Dan pastinya DOA dari diri kita sendiri kepada Yang Maha Kuasa juga harus benar-benar dilaksanakan sesuai dengan ajaran agama kita masing-masing.

Hhhhhhhhhh…. ternyata SEKOLAH itu susah juga, baru sekarang saya merasa bagaimana susahnya. Sampai harus meneteskan airmata dan terkapar tak berdaya hanya karena SEBUAH RISET yang mungkin bagi orang lain biasa, tapi bagi saya SANGAT BERHARGA..

Berharap semoga saya, anda, kita semua bisa menyelesaikan studi kita masing-masing tepat pada waktunya, Aamiin……

Finally, I just want to say : “Please, Don’t Give-up!!!“…. (*GANBARIMASHOU!!!!!!…)

by: imma.w.a.
Design and Planning Laboratory
Sakura-ku, Saitama-shi, Japan
April 19, 2010…

Tidak ada komentar: